SELAMAT DATANG DI GALAXYKIU.DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MIN DEPOSIT 20.000.PERMAINAN TEXAS POKER, DOMINO 99 DAN BOLATANGKAS .

KASD Minta Jajarannya Bantu Distribusikan Vaksin COVID-19 Secepatnya

 

Galaxy Kiu - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, sumber foto: penapolitika.com


Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, meminta jajarannya untuk membantu mendistribusikan vaksin COVID-19 secepatnya. Bahkan, dia meminta agar vaksin Covid-19 tidak dibiarkan menganggur di gudang.


Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, jumlah vaksin dosis pertama yang telah diberikan mencapai 72.766.195 dosis. Sedangkan dosis kedua yang sudah diberikan mencapai 41.734.734.


Sedangkan untuk dosis ketiga yang baru dibagikan kepada petugas kesehatan mencapai 778.830. Secara keseluruhan, angka tersebut masih jauh dari target pemerintah untuk memberikan vaksin kepada 208 juta orang.


Sementara itu, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit milik TNI dan rumah sakit lapangan menunjukkan penurunan. Jumlah korban tewas di sejumlah daerah juga dilaporkan jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) juga menyusut.


“Terkait dengan rumah sakit di lapangan, sudah tiga hari ini memang jumlah pasien (yang dirawat) di rumah sakit lapangan sudah tidak ada. Semua bisa di-manage ke ruang perawatan,” kata Kepala RSPAD Gatot Subroto, Letjen TNI Albertus Budi Sulistya saat memberikan laporan kepada Andika dikutip dari channel YouTube TNI AD, Senin (13/9/2021).


Sementara itu, Andika berpesan agar semua instruksi terkait pemberian vaksin COVID-19 harus dilakukan. Ia juga mengakui, untuk bisa mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah tidak mudah.


"Tetapi, pemerintah sudah berusaha yang terbaik. Yang penting kita yang di bawah jangan rebutan (vaksin), yang penting adalah tidak ada vaksin yang nganggur. Itu yang harus kita bantu," kata Andika.


Lalu, daerah mana saja yang dilaporkan masih kesulitan mendapatkan vaksin COVID-19?


Panglima TNI melaporkan kehabisan stok vaksin COVID-19


Berdasarkan laporan yang diterima dan ditampilkan di YouTube TNI AD, sejumlah Pangdam mengaku kesulitan membantu proses vaksinasi karena stok vaksin sudah habis.


“Beberapa waktu yang lalu kita juga kehabisan vaksin sehingga agak menurun pelaksanaan vaksinnya ini,” kata Pangdam Kodam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.


Dalam data yang dilaporkan ke Andika, jumlah warga yang menerima vaksin dosis pertama di wilayah Jawa Barat dan Banten mencapai 999.275. Padahal, yang mendaftar mencapai 1.037.740.


Artinya ada 38.465 orang yang tidak mendapat suntikan vaksin. Di YouTube tidak dijelaskan mengapa ada orang yang tidak menerima vaksin dosis pertama.


Sedangkan vaksin dosis kedua telah diberikan kepada 322.675 warga. Uniknya, di Jawa Barat dan Banten juga ada 26 orang yang sudah mendapat vaksin dosis ketiga. Mayjen Nugroho tidak menjelaskan apakah 26 orang tersebut merupakan tenaga kesehatan.


Masalah minimnya stok vaksin juga dialami Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji. Dia mengatakan stok vaksin yang tersedia saat ini tidak mencukupi untuk mencapai target 100 persen populasi.


Cakupan vaksin di Indonesia baru mencapai 15,3 persen


Sementara itu, jika dibandingkan dengan cakupan vaksinasi COVID-19 di Indonesia dengan negara lain, jumlah vaksin yang diberikan di Indonesia masih tergolong rendah. Dikutip dari Our World in Data, hanya 15,3 persen dari total penduduk Indonesia yang mendapatkan vaksin lengkap dua dosis.


Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan cakupan vaksinasi COVID-19 di AS yang telah mencapai 54,3 persen. Cakupan vaksinasi dengan dua dosis tertinggi berada di Portugal yaitu sebesar 79,64 persen.


Negara tetangga terdekat di Indonesia, yakni Singapura, telah memberikan vaksin COVID-19 kepada 76,51 persen warganya.


Indonesia mendapat 500 ribu dosis vaksin Johnson Johnson, cukup satu dosis saja


Baru-baru ini, Indonesia menerima vaksin COVID-19 buatan Johnson and Johnson yang hanya membutuhkan satu dosis. Vaksin ini merupakan pemberian dari pemerintah Belanda.


"Indonesia akan menerima untuk pertama kalinya vaksin Johnson sebanyak 500 ribu dosis dari pemerintah Belanda. Ini adalah kedatangan dukungan kerja sama Belanda yang ketiga kalinya," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seperti dikutip dari kantor berita ANTARA.


Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, mengatakan, vaksin yang diproduksi perusahaan Jenssen hanya membutuhkan satu suntikan. Dengan demikian, akan efektif menjangkau masyarakat di daerah terpencil.


"Penerima vaksin hanya perlu melakukan satu kali perjalanan," kata Grijns.


Pemerintah Belanda, kata Grijns, sangat senang dapat membantu Indonesia dalam upayanya memvaksinasi COVID-19 sebanyak dan secepat mungkin warga negaranya.

0 Komentar