Galaxy Kiu - Aktor dan pegulat John Cena mungkin perlu mempelajari geografi kembali setelah salah menyangka jika Taiwan merupakan sebuah negara. Kejadian tersebut pun memancing kemarahan publik China dan Taiwan, lalu bagaimana awalnya?
Dalam sebuah video promosi yang diunggahnya, John Cena menyebutkan jika Taiwan akan mendapatkan jatah penayangan perdana dari film terbarunya yang berjudul Fast and Furious 9. Akan tetapi, John Cena salah sebut dengan mengatakan jika Taiwan menjadi negara pertama yang akan menayangkan film tersebut.
Dalam video tersebut, John Cena berbicara dalam bahasa Mandarin, meskipun pada kenyataannya daerah tersebut juga sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19 sehingga bioskop kembali ditutup dan film tersebut pun ditunda penayangannya.
Video itu pun viral di Weibo dan John Cena menjadi sasaran kemarahan netizen di sana. Mereka kesal karena John Cena dianggap membuat perpecahan yang mungkin saja terjadi.
"Kau tak bisa berbahasa China jadi lebih baik diam saja," kritik salah seorang netizen.
Dilansir dari media lokal Taiwan, Taiwannews.com.tw, disebutkan jika pernyataan John Cena tak sepenuhnya salah karena Taiwan memanglah sebuah negara yang tergabung di Cina terlepas dari kemarahan netizen dan pemimpin Partai Komunis China.
Tak sampai di situ, John Cena, juga memang piawai dalam berbahasa Mandarin. John Cena pernah menunjukkan keahliannya tersebut dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Sang pegulat pun menyampaikan permintaan maaf atas kericuhan yang ditimbulkannya itu lewat bahasa tersebut. John Cena meminta maaf atas kesalahannya meskipun tak menjelaskan apa salahnya dan mengatakan jika ia menghargai dan menghormati China dan rakyatnya.
Pihak Partai Komunis China pun menanggapi permohonan maaf tersebut dengan dingin. Mereka merasa jika hal itu hanya menunjukkan betapa munafiknya John Cena.
"Saat ia di provinsi Taiwan ia akan mengatakan itu adalah sebuah negara, namun saat berada di Cina ia mengatakan jika dirinya menghargai rakyat China. Ia bermuka dua dan aku tak paham bagaimana masyarakat China bisa kagum dengannya. Hingga kau mengatakan jika Taiwan adalah bagian dari China maka kami tak akan memaafkanmu," tegas salah seorang pemimpin partai tersebut.
Sementara itu John Cena memberikan pernyataan lengkap terkait masalah tersebut.
"Aku melakukan banyak sekali wawancara untuk 'Fast and Furious 9', dan membuat kesalahan dalam satu wawancara," ungkap Cena dalam video tersebut, tanpa mengulangi istilah kontroversial tersebut.
"Aku harus mengatakan, yang sangat penting, aku mencintai dan menghormati China dan rakyat China. Aku sangat, sangat menyesal atas kesalahanku. Aku minta maaf," tutur John Cena seperti dikutip dari AFP.



0 Komentar