SELAMAT DATANG DI GALAXYKIU.DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MIN DEPOSIT 20.000.PERMAINAN TEXAS POKER, DOMINO 99 DAN BOLATANGKAS .

Presiden Jokowi Ingatkan Masyarakat Untuk Tidak Euforia di Tengah Pandemi COVID-19

 

Foto: Jokowi bertemu bankir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/9/2021). (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)


Galaxy Kiu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat untuk tidak euforia di tengah pandemi COVID-19. Namun, saat ini jumlah kasus virus corona di Tanah Air mengalami penurunan.


“Tidak euforia yang berlebihan,” kata Jokowi dalam video singkat yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/9/2021).


Jokowi meminta masyarakat tetap disiplin dalam protokol kesehatan


Menurut Jokowi, meski kasusnya menurun, proses vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat harus terus dipercepat. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan.


“Kita semuanya harus tetap percepat proses vaksinasi ini dan tetap taat pada protokol kesehatan, terutama memakai masker,” kata Jokowi.


Jokowi mengatakan COVID-19 tidak akan hilang


Jokowi sebelumnya mengatakan vaksinasi dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat dari COVID-19. Sebab, menurut dia, virus corona tidak akan hilang sama sekali dari Indonesia.


“Ini akan memberikan proteksi, memberikan perlindungan kepada kita semuanya karena COVID, karena virus corona ini tidak mungkin hilang secara total dan cara yang terbaik adalah melindungi diri dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” kata Jokowi saat meninjau vaksinasi di Jogja Expo Center, diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/9/2021).


Jokowi kemudian meminta agar 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksinasi COVID-19 pada akhir tahun ini.


“Perluasan vaksinasi ini sangat-sangat diperlukan dan kita melihat semakin banyak yang divaksinasi di seluruh Tanah Air Indonesia, sehingga kita harapkan di akhir tahun nanti, lebih dari 70 persen masyarakat sudah divaksinasi,” katanya.


PPKM tidak akan dicabut selama pandemi COVID-19 masih ada


Pemerintah memperpanjang masa PPKM di Jawa-Bali hingga 20 September 2021. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kebijakan PPKM tidak akan dicabut selama pandemi COVID-19 masih berlanjut.


"Presiden sudah memberikan arahan, kita tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul COVID-19 ini bisa terkendali," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9/2021).


Koordinator PPKM Jawa-Bali mengatakan PPKM Level 1 hingga 4 merupakan alat untuk mengevaluasi penyebaran COVID-19 di suatu daerah. Oleh karena itu, PPKM tidak akan dihentikan sampai COVID-19 terkendali.


Jika ada daerah yang kasus COVID-19 menurun drastis, pemerintah akan menurunkan tingkat PPKM-nya. Di sisi lain, jika kasus COVID-19 melonjak di suatu daerah, pemerintah akan menaikkan tingkat PPKM-nya.

0 Komentar